basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Peta Wilayah Kisah-Kisah di Surat Al-Baqarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Lokasi kisah-kisah yang Allah swt paparkan dalam surat A...

Peta Wilayah Kisah-Kisah di Surat Al-Baqarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Lokasi kisah-kisah yang Allah swt paparkan dalam surat Al-Baqarah bermula dari surga, wilayah antara Mesir menuju Palestina, Palestina itu sendiri dan Babilonia, Irak. Setelah itu, barulah Mekah dan Madinah atau Hijaz. 

Kisah Nabi Adam lokasinya di surga. Kisah Bani Israil dan Thalut lokasinya antara Mesir-Palestina dan wilayah Palestina (Syam). Nabi Ibrahim bermula di Babilonia, Irak, lalu terfokus di Mekah. Sedangkan dialog Nabi Muhammad saw dan Yahudi lokasinya di Madinah.

Sejarah manusia berawal di surga dan berakhir di akhirat. Awal dan akhir pada titik yang sama. Peradaban dan pergolakan manusia berawal dan berakhir di Irak, Syam, Mesir, Palestina dan Hijaz pula.

Apa kaitan kisah dengan peta lokasi? Para Nabi dan Rasul bersentuhan dengan peradaban besar di dunia. Nabi Ibrahim dengan Babilonia. Bani Israil dengan peradaban Mesir. Lalu, bersentuhan dengan peradaban di Palestina, tempat pertarungan ragam  peradaban dunia.

Para Nabi dan Rasul diutus untuk menyelesaikan persoalan yang hadir, mencegah penyakit dan kerusakan dalam sebuah peradaban, walaupun hanya seorang diri dan beberapa pengikutnya.

Nabi Ibrahim memang mencari wilayah yang sunyi, terpencil dan  tak berpenghuni. Menikmati keasrian, kenyamanan dan kesyahduan, lalu berpangku tangan? Hanya untuk berkhalwat? Menikmati kekhusyuan bersama Rabb-Nya? 

Nabi Ibrahim di Mekah sedang menyiapkan pondasi ketauhidan agar tetap terjaga hingga akhir zaman. Nabi Ibrahim sedang membuka wilayah baru bagi lahirnya Nabi dan Rasul akhir zaman yang umatnya akan memimpin peradaban dunia.

Doa-Doa dalam Surat Al-Imran Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dalam kisah sering kali memuat doa. Tampilnya sosok tertentu pun diserta...

Doa-Doa dalam Surat Al-Imran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Dalam kisah sering kali memuat doa. Tampilnya sosok tertentu pun disertai dengan doa yang mereka panjatkan. Kisah, sosok dan doa dalam Al-Qur'an, memang tak bisa dipisahkan.

Doa menjadi andalan dan pijakan utama. Bukankah perannya hanya Wakil Allah di muka bumi? Maka, bila membutuhkan sesuatu cukup melaporkan dan memohon kepada-Nya.

Apa saja kisah dan sosok yang Allah swt paparkan di surat Al-Imran? Doa apa saja yang mereka panjatkan? Dengan Doa yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

Doa juga ungkapan terdalam akan ketundukan dan  penyerahan diri total setelah memahami alam semesta.


1. Doa Ulilalbab dalam menyikapi ayat muhkamat dan mutasyabihat

Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad). Di antara ayat-ayatnya ada yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan pada kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan keraguan) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, kecuali Allah. Orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ululalbab.
(Āli ‘Imrān [3]:7)

(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
(Āli ‘Imrān [3]:8)

Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
(Āli ‘Imrān [3]:9)


2. Doa orang bertakwa

Katakanlah, “Maukah aku beri tahukan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa, di sisi Tuhan mereka ada surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan (untuk mereka) pasangan yang disucikan serta rida Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
(Āli ‘Imrān [3]:15)

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.”
(Āli ‘Imrān [3]:16)

(Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam.
(Āli ‘Imrān [3]:17)


3. Doa Rasulullah saw

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Āli ‘Imrān [3]:26)

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”
(Āli ‘Imrān [3]:27)


3. Doa Istri Imran saat mengandung

(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(Āli ‘Imrān [3]:35)


4. Doa istri Imran saat melahirkan Maryam 

Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.”
(Āli ‘Imrān [3]:36)


5. Doa Nabi Zakaria agar diberikan keturunan yang baik

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
(Āli ‘Imrān [3]:38)


6. Doa pengikut setia Nabi Isa

Ketika Isa merasakan kekufuran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawari (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.
(Āli ‘Imrān [3]:52)

Wahai Tuhan kami, kami telah beriman pada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul. Oleh karena itu, tetapkanlah kami bersama orang-orang yang memberikan kesaksian.”
(Āli ‘Imrān [3]:53)


7. Doa pasukan yang berjuang bersama para Nabi dan Rasul 

Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.
(Āli ‘Imrān [3]:146)

Tidak lain ucapan mereka kecuali doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
(Āli ‘Imrān [3]:147)

(yaitu) mereka yang (ketika ada) orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
(Āli ‘Imrān [3]:173)

8. Doa Ulilalbab setelah memahami kebesaran Allah swt di alam semesta 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
(Āli ‘Imrān [3]:190)

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.
(Āli ‘Imrān [3]:191)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka Engkau benar-benar telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
(Āli ‘Imrān [3]:192)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru pada keimanan, yaitu ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang selalu berbuat kebaikan.
(Āli ‘Imrān [3]:193)

Ya Tuhan kami, anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.”
(Āli ‘Imrān [3]:194)

Hajar Mengijinkan Suku Jurhum Menetap Air Zam-zam terus mengalir. Hingga, sampailah sekelompok suku Jurhum melewati Mekah. Merek...

Hajar Mengijinkan Suku Jurhum Menetap


Air Zam-zam terus mengalir. Hingga, sampailah sekelompok suku Jurhum melewati Mekah. Mereka datang melalui jalur yang biasa dilewati kuda.

Kemudian mereka melihat burung-burung berputar putar di angkasa. Lantas mereka berkata, "Burung itu pasti sedang mengitari air, karena kita mengenal lembah ini tidak ada air."

Mereka pun mengutus orang untuk melihat tempat tersebut. Ternyata, utusan itu menemukan air. Lalu mereka kembali dan memberitahukan perihal air itu. Maka mereka pun berdatangan.

Hajar saat itu masih berada di sumber air. Mereka pun bertanya kepadanya, "Apakah engkau mengizinkan kami untuk singgah  disini?" Hajar pun menjawab, "Ya, tetapi kalian tidak berhak atas air ini." Jawab Hajar. Mereka menjawab, "Baiklah."

Maka Hajar menerima mereka, karena dia memerlukan teman. Selanjutnya, suku Jurhum pun singgah di tempat tersebut dan mengirimkan utusan kepada keluarga mereka. Hingga, mereka berdatangan dan menetap di Mekkah bersama hingga berdirilah beberapa rumah.

Akhirnya, bayi Ismail pun tumbuh besar dan belajar bahasa Arab dari mereka serta menjadi seorang yang paling dihargai dan dikagumi, ketika menginjak usia remaja.

Setelah dewasa, Ismail dinikahkan dengan wanita dari kalangan mereka. Setelah itu, Hajar wafat.

Sumber:
Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Imam Asy-Syafii 

Mengawali Langkah, Belajar dari Kitab Kuning  Oleh: Nasrulloh Baksolahar   Bukalah kitab-kitab hadist, seperti Sunan At-Tarmidzi...

Mengawali Langkah, Belajar dari Kitab Kuning 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
 

Bukalah kitab-kitab hadist, seperti Sunan At-Tarmidzi, Nasai  dan Ibnu Majah, pasal apa yang pertama? Bukalah kitab Fiqh, pembahasan apa didahulukan? Tentang Thaharah atau bersuci.

Dalam kumpulan hadist lainnya, seperti Riyadhus Shalihiin dan Arbain Nawawiyah, niat ikhlas menjadi awal pokok pembahasan. Begitu pun pada kitab-kitab yang berkaitan dengan akhlak dan tasawuf seperti Amalul Kubra dan Tanbihul Ghafilin, bab pertamanya tentang ikhlas.

Bila merujuk pada kitab Ihya Ulumudin yang pertama dibahas adalah tentang Ilmu dan adab belajar. Di era kontemporer pun, Hasan Al-Banna memulai rukun baiatnya dengan Al-Fahm atau pemahaman yang mendalam.

Jadi, langkah apa yang pertama untuk memulai sesuatu? Gabungan dari thaharah, Ikhlas dan ilmu. Perbaiki hidup. Meraih kesuksesan. Perbaiki keluarga dan seluruh lapangan kehidupan, dimulai dari ketiga hal ini.

Mulai perbaikan badan dan jiwa dengan thaharah. Mulai perbaiki hati dengan ikhlas. Mulai perbaikan akal dengan ilmu. Inilah gabungan sempurna untuk memulai langkah.

Hati adalah raja, pusat kendali. Akal itu membongkar cara meraih sesuatu dengan benar dan mudah. Raga adalah eksekutor dari pusat kendali dan  metodologi. Semuanya harus diperbaiki dan dipelihara agar tetap berfungsi dengan baik.

Rasulullah saw terfokus kepada Abdullah bin Maktum, setelah berdakwah dihadapan para pembesar Quraisy, karena Abdullah bin Maktum memiliki niat untuk membersihkan dirinya.

Allah swt memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menyeru  Firaun karena berharap masih ada niat bagi Firaun untuk membersihkan dirinya. Membersihkan diri menjadi indikator perbaikan dan pertumbuhan di masa depan.

Kitab apa yang menjadi rujukan kebangkitan di era Perang Salib? Ihya Ulumudin. Apa pokok utama    pembahasannya? Menurut Said Hawa, keseluruhannya hanya memuat Tazkiyatu Nafs, atau pensucian jiwa. Itulah langkah awal kebangkitan umat.

9 Perumpamaan dalam  Surat Al-Baqarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana cara Al-Qur'an melimpahkan pemahaman yang mendala...

9 Perumpamaan dalam  Surat Al-Baqarah


Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Bagaimana cara Al-Qur'an melimpahkan pemahaman yang mendalam? Agar akal mudah mencerna dam tergugah? Seberapa pun tingkat kecerdasannya, tetapi bisa mencapai keilmuan yang sama?

Perumpamaan atau analogi merupakan sebuah metodologi yang sederhana agar manusia memahami maksud dan tujuan dari Al-Qur'an. Perumpamaan adalah cara memahami sesuatu dengan sesuatu yang terbiasa dan rutin ditemui, dialami, dirasakan.

Perumpamaan dalam surat Al-Baqarah lebih banyak mencakup ragam karakter manusia dan hubungannya, karakter manusia dalam beramal dan interaksi dalam pengelolaan dan pengembangan harta. Semua ini amat melekat pada diri manusia.


1. Karakter Munafikin

Banyak ragam karakter manusia, namun yang banyak dijelaskan dengan perumpamaan adalah karakter Munafikin. Sebab, karakter Inilah yang paling berbahaya dan merusak. Dan bisa menjangkit Muslimin tanpa disadari.

Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api. Setelah (api itu) menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(Al-Baqarah [2]:17)

(Mereka) tuli, bisu, lagi buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
(Al-Baqarah [2]:18)

Atau, seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit yang disertai berbagai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya (untuk menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.
(Al-Baqarah [2]:19)

Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Al-Baqarah [2]:20)


2. Tujuan dari Perumpamaan

Banyak yang tersesat dengan perumpamaan. Sebab, perumpamaan sebuah cara Allah swt untuk menghinakan mereka yang durhaka.

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik,
(Al-Baqarah [2]:26)


3. Dakwah kepada Kafirin

Berdakwah kepada kaum kafirin membutuhkan kepahaman atas karakternya, agar tidak mudah menyerah dalam berdakwah.

Perumpamaan (penyeru) orang-orang yang kufur adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (gembalaannya) yang tidak mendengar (memahami) selain panggilan dan teriakan (saja). (Mereka) tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak mengerti.
(Al-Baqarah [2]:171)


4. Suami dan Istri

Hubungan suami istri sangat kompleks. Bagaimana agar menjadi sederhana untuk dipahami? Bagaimana satu gambaran mewakili seluruh dan banyak hubungan antara suami dan istri?

Istrimu adalah ladang bagimu. Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.
(Al-Baqarah [2]:223)


5. Bersedekah

Kekikiran merupakan penyakit akut kejiwaan karena kesalahan mindset dalam pengelolaan dan pengembangan harta. Bagaimana merubah midset ini? 

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(Al-Baqarah [2]:261)


6. Karakter Riya

Bagaimana menggambarkan karakter riya?  Bagaimana kaitannya dengan amal? 

Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
(Al-Baqarah [2]:264)


7. Keikhlasan

Keikhlasan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda. 

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Al-Baqarah [2]:265)


8. Akibat Riya

Riya menghancurkan amal. Tidak ada keuntungan apa pun dari riya.

Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu, kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan(-nya).
(Al-Baqarah [2]:266)


9. Pengaruh Riba

Bagaimana cara mengembangkan harta dengan penuh kasih sayang? Bagaimana  pengaruh riba bagi kehidupan?

Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(Al-Baqarah [2]:275)

Hadits yang Membuat Abu Hurairah Menangis dan Pingsan Dalam buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, di d...

Hadits yang Membuat Abu Hurairah Menangis dan Pingsan


Dalam buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, di dalam Sunan Tirmidzi diriwayatkan dari Syafi’ Al-Ashbuhi, ”Aku mendatangi Abu Hurairah ketika beliau sedang berada di Masjid Nabawi di Madinah.

Lalu aku berkata, ‘Aku meminta kepadamu, untuk memberitahukan kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah ﷺ, wahai Abu Hurairah!’

Beliau kemudian berkata, ‘Demi Allah, aku akan memberitahumu sebuah hadits yang benar-benar aku dengar dari Rasulullah ﷺ’ Belum sempat memberitahuku, beliau menangis sampai pingsan. 

Setelah sadar, beliau berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dahulu terlalap api neraka ada tiga golongan, orang alim atau orang yang suka membaca Alquran, pedagang, dan orang yang berjihad. Mereka melakukan amalan mereka dengan riya’ dan sum‘ah, tidak memurnikan niatnya kepada Allah. Maka Allah memasukkan mereka ke dalam neraka sebelum orang lain masuk neraka.” 


Melanjutkan kisahnya, Syafi’ Al-Ashbuhi berkata, “Kemudian aku menghadap Muawiyah dan menceritakan hadits tadi kepadanya. Beliau waktu itu sedang duduk di atas kursi khalifah. Kemudian beliau terjatuh sambil menangis, dan berkata, “Mahabenar Allah yang berfirman, 

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan.” (Alquran surat Hud ayat 15-16) 

Alasan Menolak Menemani Raja Dikisahkan bahwa di kalangan Bani Israil ada seorang raja yang diberitahu tentang adanya sosok ahli...

Alasan Menolak Menemani Raja


Dikisahkan bahwa di kalangan Bani Israil ada seorang raja yang diberitahu tentang adanya sosok ahli ibadah. Lalu, sang raja memanggilnya.

Dalam pertemuan tersebut, sang raja meminta ahli ibadah tersebut untuk menemani dan siap hadir bila raja memanggilnya. Wajah sang ahli ibadah terlihat gelisah. Apa penyebabnya?

"Baiklah, saya akan memenuhi apa yang menjadi keinginan raja." Jawab ahli ibadah.

"Tetapi, bagaimana seandainya suatu hari saya masuk ke istana dan raja mendapatkan saya sedang bermesraan dengan pembantu perempuan raja, apa yang raja perbuat terhadap saya?" Tanya ahli ibadah.

Sang raja lantas marah, lalu berkata, "Wahai orang jahat, kamu berani melakukan hal itu didepan ku?" Seru raja.

Ahli ibadah itu berkata, "Saya mempunyai Tuhan Yang Maha Mulia."

"Yang seandainya Dia mengetahui saya melakukan perbuatan dosa sebanyak 70 kali dalam sehari pun, Dia tidak akan marah, tidak akan mengusir saya, dan tidak akan memutus rezeki-Nya." Ungkap ahli Ibadah.

Sang ahli ibadah membandingkan sikap sang raja yang dihadapannya dengan sikap Tuhan Yang Maha Mulia. Lalu dia mengambil sikapnya.

"Karenanya, bagaimana saya akan meninggalkan pintu Allah swt dan pindah ke pintu seseorang yang marah kepada saya sebelum saya durhaka kepadanya?" 

"Lantas, bagaimana seandainya raja melihat saya durhaka?" Kemudian, ahli ibadah itu pun pergi dari hadapan sang raja.

Sumber:
Abul Laits As-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, Pustaka Amani

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (295) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (245) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (487) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (27) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (7) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (212) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (355) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (471) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (191) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (215) Sirah Sahabat (136) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (140) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)