basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Meraih Kembali Kemenangan di Perang Uhud dan Hunain Sejarah mencatat bahwa ketika Muslimin menghadapi musuh, sementara hatinya d...

Meraih Kembali Kemenangan di Perang Uhud dan Hunain


Sejarah mencatat bahwa ketika Muslimin menghadapi musuh, sementara hatinya dipenuhi dengan dunia, maka ketahuilah semua itu sedang menuju kekalahan.

Sebaliknya, tidaklah Muslimin menghadapi musuh, sedangkan yang terpelihara di hati adalah keinginan kuat meraih akhirat dan zuhud terhadap dunia, maka Allah swt akan memberikan kemenangan di akhirnya.

Di perang Uhud, ketika Rasulullah saw mengutus pasukan pemanah yang berjumlah 50 orang yang dipimpin oleh Abdullah bin Jabir. Mereka ditempatkan pada sebuah bukit. Rasulullah saw berpesan,

"Jika kalian melihat kami dicincang musuh, janganlah pergi dari dari sini, hingga mengutus seseorang pada kalian."

"Dan, jika kalian menyaksikan kami mengalahkan dan menundukkan musuh, janganlah pergi hingga kami mengutus orang kepada kalian."

Akhirnya, pasukan bisa mengalahkan musuh. Ghanimah peperangan berserakan di medan pertempuran. Pasukan pemanah berkata kepada Abdullah, "Ghanimahkah itu?, Saudara-saudara kalian telah memperoleh kemenangan, maka apa lagi yang ditunggu?"

Abdullah bin Jabir berkata, "Apakah kalian melupakan pesan Rasulullah saw?"

"Demi Allah swt, kami akan mendatangi mereka dan mengambil bagian ghanimah." Kata anggotacpasukan pemanah.

Mereka memaksa pergi. Mereka palingkan diri dari menghadapi musuh, maka korban di pihak Muslimin bergelimpangan karena serangan balik kafir Quraisy.

Padahal kasus ini terjadi pada sebaik-baiknya generasi dan di antara mereka terdapat sebaik-baiknya manusia seperti  Rasulullah saw dan Abu Bakar. Namun, hampir terkalahkan juga. Lalu, bagaimana dengan generasi saat ini?

Di perang Hunain pun hampir menelan kekalahan, tatkala Muslimin mulai condong kepada dunia dan kagum terhadap banyaknya tentara, sehingga lupa akan pertolongan Allah swt.  Bahkan sudah mendefinisikan bahwa kemenangan itu karena jumlah dan perlengkapan.

Barulah kemenangan diraih kembali saat Muslimin telah kembali kepada prinsip zuhud dari gemerlapnya dunia dan memenuhi panggilan Nabi saw. Allah swt memberikan kemenangan setelah menderita kehancuran.

Sumber:
Abdul Hamid Jasmin Al-Bilaly, Rambu-Rambu Tarbiyah, Era Intermedia

Pembebasan Palestina dari Rakyat Suriah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di pantai Suriah, 4 April 2025, ratusan orang berkumpul di p...

Pembebasan Palestina dari Rakyat Suriah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di pantai Suriah, 4 April 2025, ratusan orang berkumpul di pusat kota Tartus sebagai ungkapan solidaritas dengan para syuhada Daraa dan untuk menegaskan persatuan rakyat Suriah.

Para peserta demonstrasi mengibarkan bendera Suriah dan spanduk yang menentang agresi “Israel,” seperti “Entitas yang zalim (Israel): Mungkin kami tidak memiliki infrastruktur, tetapi kami memiliki kemauan,” dan “Wahai Daraa, kami bersamumu sampai mati.”

Apa perbedaan demonstrasi rakyat di Suriah dengan di Lebanon, Yordania, dan Mesir? Di Mesir, demonstrasi pro Palestina ditangkap dan dipenjara oleh penguasanya. Di Lebanon, pemerintahnya sangat lemah karena dipegang oleh ragam ideologi yang bersebrangan.

Di Yordania, penguasanya "kepanjangan tangan" dari Amerika yang terbukti siap untuk menampung petinggi perlawanan Gaza agar menghentikan perlawanan. Di Yaman, terlalu jauh untuk menuju Palestina.

Berbeda dengan Suriah, rakyatnya telah memiliki mental yang kuat bila menghadapi agresi penjajah Zionis Israel. Puluhan tahun telah ditempa saat menghadapi genosida yang dilakukan oleh rezim Assad.

Perlawanan Suriah telah tumbuh  seperti jamur di musim hujan. Mereka terbiasa bertempur dengan infrastruktur yang sederhana melawan rezim yang didukung Rusia dan Iran. Disamping itu pula, jalur masuknya mujahidin dari seluruh dunia, bisa masuk melalui Suriah.

Selama Turki di bawah Erdogan, aliran logistik dan infrastruktur bukanlah masalah. Jadi, seluruh kekuatan untuk memenangkan pertempuran bisa didatangkan dari Suriah.

Bahkan sudah muncul khatib Jumat yang menyerukan jihad melawan penjajah Zionis Israel dengan membawa senjata tempur di atas mimbarnya. Demonstrasi pro Palestina oleh rakyat Suriah lebih ditakuti dibandingkan demonstrasi di negara Arab lainnya.

Rakyat Palestina Kini, Belajar dari Kekalahan Sebelumnya  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kali ini, mengapa perang melawan penjajah ...

Rakyat Palestina Kini, Belajar dari Kekalahan Sebelumnya 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kali ini, mengapa perang melawan penjajah Zionis Israel sangat berbeda? Mengapa penjajah sangat ketakutan? Hingga harus mengusir seluruh rakyat Palestina dari Gaza? Mengapa rakyat Gaza terus bertahan? Walaupun ratusan nyawa meregang setiap hari? 

Belajar dari peristiwa Nakba 1948, bahwa pergi dari tanah kediamannya, berarti tidak akan pernah bisa kembali ke negerinya. Selamanya, terlunta-lunta di berbagai negara. 

Rakyat Gaza belajar dari perjuangan sebelumnya. Belajar dari perang 6 hari 1967 dan Yom Kippur 1973, bahwa negara-negara Arab bertempur melawan penjajah Zionis Israel hanya untuk kepentingan keamanan kekuasaan para penguasanya.

Belajar pula dari perjanjian Oslo 1993 dan 1995. Bila sebagian kedaulatan masih dipegang oleh penjajah. Seperti, keuangan, ekonomi, pertahanan, dan perbatasan, maka penjajah menggunakannya sebagai alat untuk menekan dan melemahkan, seperti yang terjadi di Tepi Barat.  Sekarang pun telah menjurus ke genosida pula.

Rakyat Gaza tidak lagi terpengaruh dengan segala iming-iming janji. Seperti, hadiah 400 ribu dolar bagi yang memberikan informasi lokasi para petinggi perlawanan. 5 juta dollar bagi warga Gaza yang menyelamatkan sandera.

Yang fantastis, hadiah 1 milyar dollars bagi petinggi perlawanan yang mau pindah keluar dari Gaza dan menanggalkan senjatanya. Mengapa rakyat Palestina, terutama Gaza, tetap tidak bergeming?

Rakyat Gaza sudah tidak tertarik lagi untuk membangun penguasa tandingan boneka yang seluruh dikendalikan oleh penjajah Zionis Israel dan Amerika untuk memecah persatuannya.

Kekalahan perang era sebelumnya dengan penjajah karena penyakit cinta dunia dalam pangkat, prestasi, prestise, koleksi harta, membangun gedung-gedung dan mencintai syahwat yang haram. Itulah sebab mudahnya diadudomba dan mudahnya penjajah mendapatkan informasi rahasia.

Dijumpai, kekalahan-kekalahan di era sebelumnya, karena penghianatan demi penghianatan. Ketakutan ketika hanya mendengar ancaman-ancaman penjajah yang kosong menjelang perang. Para pemimpinnya hanyut dalam kehinaan syahwat pada saat perang.

Dijumpai, mereka yang menjual negrinya kepada penjajah demi harta, sementara yang lain mundur dari jengkal tanahnya karena khawatir akan keselamatan singgasananya.

Penjajah Zionis Israel akan terus bisa memenangkan pertempuran sebelum rakyat Palestina mencintai kematian sebagaimana penjajah mencintai kehidupan, mengesampingkan dunia, dan memelihara surga di dalam diri. Hanya dengan sebab ini tercapailah kemenangan.

Udzurnya Para Munafikin Sebelum bergerak ke Tabuk, Rasulullah saw menemui Jad bin Qais,  dari Bani Salamah. Beliau bersabda, ...

Udzurnya Para Munafikin


Sebelum bergerak ke Tabuk, Rasulullah saw menemui Jad bin Qais,  dari Bani Salamah.

Beliau bersabda, "Hai Jad, bisakah kau selama setahun berada di kabilah Jallad bin Asfar?"

"Ya Rasulullah saw, izinkan aku dan janganlah memfitnahku. Demi Allah swt, kaumku pun tahu bahwa tidak seorang pun yang lebih berat kekagumannya terhadap wanita melebihi diriku."

"Aku khawatir ketika melihat wanita Bani Ashfar, tidak bisa menahan diri demi melihat mereka."

Rasulullah saw langsung berpaling darinya, "Aku izinkan kau." 

Maka turunlah ayat,

Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.
(At-Taubah [9]:49)


Ada alasan yang disibukan oleh harta,

Orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan (karena tidak mau ikut ke Hudaibiah) akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki mudarat terhadap kamu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu? Bahkan, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(Al-Fatḥ [48]:11)


Ada alasan untuk menjaga rumah dari pencuri,

(Ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, “Wahai penduduk Yasrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu. Maka, kembalilah kamu!” Sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Padahal, rumah-rumah itu tidak terbuka. Mereka hanya ingin lari (dari peperangan).
(Al-Aḥzāb [33]:13)

Inilah salah satu contoh beragam alasan untuk meminta udzur dari jihad, aktivitas dakwah dan tarbiyah tanpa alasan syar'i.

Ketika sudah mengendor semangatnya, tampaklah beberapa gejala dari menghindar dan menjauhi segala aktivitas, akhirnya meminta ijin. Lama kelamaan menjadi karakternya. 

Inilah akibat oleh kecenderungannya pada masalah dunia dan memprioritaskan di atas urusan agama.

Sumber:
Abdul Hamid Jasmin Al-Bilaly, Rambu-Rambu Tarbiyah, Era Intermedia

Penjajah Zionis Israel, Perang Tanpa Titik Fokus Oleh: Nasrulloh Baksolahar Amerika di era Trump telah mendukung pesawat tercang...

Penjajah Zionis Israel, Perang Tanpa Titik Fokus

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Amerika di era Trump telah mendukung pesawat tercanggih dan bom terbesar untuk penjajah Zionis Israel. Apakah dengan dukungan seperti itu penjajah Zionis Israel berani membombardir Suriah, Lebanon dan Tepi Barat setelah Gaza?

Di Suriah, penjajah menghabisi seluruh pangkalan udara milik Suriah. Di Lebanon, membunuh para petinggi Hamas. Di Tepi Barat, merampas tanah dan mengusir rakyat Palestina. Di Gaza, melanjutkan Genosida. Apakah ini prestasi besar?

Seberapa besar kekuatannya untuk berperang di seluruh front, bila rakyat wilayah yang diserang terus bertahan? Kesadaran untuk melawan penjajah terus membesar, buktinya perlawanan Palestina sangat mudah merekrut anggota barunya.

Bermanfaatkah koridor baru penjajah untuk membelah Gaza, bila rakyat Palestina terus melawan? Bisakah terus menekan Gaza dengan kelaparan dan genosida?

Suriah diam, hanya melawan dengan perjanjian fakta pertahanan dengan Turki. Terus membangun pemerintahan yang inklusif yang didukung oleh rakyatnya dan dunia internasional.

Perlawanan Palestina diam, hanya melawan dengan terus mendorong gencatan senjata yang telah disepakati. Memberitakan kekejaman penjajah. Tetap bertahan di Gaza walaupun dikepung oleh kelaparan dan pembunuhan.

Kelak, penjajah Zionis Israel akan kelelahan sendiri dengan segala aksinya. Segala yang diperbuat hanya sia-sia. Hanya memunculkan perlawanan baru di setiap tempat dan negara.



Bila Amerika Tak Bisa, Apalagi Penjajah Zionis Israel? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Penjajah Zionis Israel terus membumihanguskan ...

Bila Amerika Tak Bisa, Apalagi Penjajah Zionis Israel?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Penjajah Zionis Israel terus membumihanguskan Gaza dan Suriah. Sekali-kali menyerang Lebanon dan Yaman. Apakah yang bisa dilakukan dari serangan udara?

Saat ini memang hanya Penjajah Zionis Israel yang memiliki infrastruktur militer udara terkuat. Negara lain, bila tak diizinkan oleh Amerika, pesawatnya hanya jadi besi rongsokan saja.

Serangan udara hanya bisa menghancurkan infrastruktur fisik dan menewaskan banyak orang. Apakah ini kemenangan besar? Bila tetap teguh, sabar dan bertawakal, maka serangan udara tak ada artinya.

Serangan udara yang membabibuta ke sejumlah negara, hanya akan terus meneguhkan bahwa penjajah Zionis Israel memang negara yang tidak layak untuk hadir di muka bumi. Penjajah Zionis Israel menjadi musuh bersama dunia. Menjadi dikucilkan dunia. Hingga batu pun memusuhinya.

Bila kelak kesadaran ini mendunia. Bila kelak, seluruh rakyat di negara-negara yang diserang bergerak melawan bersama. Apa yang bisa dilakukan oleh penjajah Zionis Israel? Apakah masih bisa menggantungkan pada Amerika, Inggris, Jerman dan sekutunya?

Bukankah Amerika, Inggris dan Jerman bukan masa depan lagi, sedang menuju kehancuran? Bukankah menghadapi perang Ukraina pun tak bisa menghasilkan kemenangan? Bukankah Amerika setelah perang dunia ke-2 tidak pernah memenangkan pertempuran lagi?

Amerika yang maksimal mengerahkan serangan udara dan darat saja hanya bisa menghancurkan Vietnam, Irak dan Afghanistan. Namun, tak pernah bisa menguasainya. Bagaimana dengan penjajah Zionis Israel?

Bila Amerika saja tak bisa, yang memiliki rakyat ratusan juta. Yang memproduksi infrastruktur senjatanya sendiri. Apa lagi penjajah Zionis Israel yang hanya memiliki rakyat jutaan orang saja? Yang persenjataannya masih mengandalkan negara lain. Yang mental perangnya belum pernah teruji. 

Penjajah Zionis Israel terus terkepung oleh ilusi kehebatan infrastruktur militernya. Terkepung oleh khayalan bangsa pilihan. Termakan hoaks bahwa Palestina itu tanahnya. Ternyata takdirnya hanya menjadi dikumpulkan untuk terperosok fi lubang kehancuran.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (347) Al-Qur’an (2) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (245) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) Kisah Para Nabi dan Rasul (516) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (27) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (7) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (212) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (379) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (478) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (214) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (215) Sirah Sahabat (136) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (140) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)