Tipu Daya Abu Jahal Ketika Hijrah
Ketika Iyasy bin Abi Rabi'ah masuk Islam dan ikut hijrah bersama Muslimin ke Madinah, keluarlah Abu Jahal dan Harits bin Hisyam untuk menemui Iyasy.
Iyasy adalah anak paman dan saudara seibu mereka. Pada saat itu Rasulullah saw masih berada di Mekah.
Mereka berkata kepada Iyasy, "Ibumu telah bernadzar untuk tidak menyisir rambutnya hingga melihatmu. Tidak berteduh dari panas Matahari hingga melihatmu. Kasihanilah dia."
Mendengar hal itu, Umar menasihati Iyasy, "Tidak ada yang diinginkan oleh kaummu itu kecuali hendak memfitahmu, maka berhati-hatilah. Demi Allah, jika kepala ibumu telah berkutu, ia akan bersisir. Dan jika panasnya Mekah telah membakarnya, ia akan berteduh."
"Saya terharu atas sumpah ibuku, saya juga akan mengambil hartaku di sana." Kata Isyasy.
"Demi Allah, kamu juga tahu bahwa aku adalah orang paling berharta di antara sekian orang Quraisy. Biarlah untukmu setengahnya dan jangan pergi bersama mereka." Ungkap Umar.
Namun, Iyasy tetap menolak anjuran Umar dan ia pun pergi bersama mereka.
Lalu Umar memberikan pesan terakhir, "Jika kamu masih bersikeras pergi bersama mereka juga, bawalah untaku ini. Ia unta terbaik dan penurut, tetaplah dipunggungnya. Jika terdapat gelagat yang mencurigakan dari kaummu, menghindarlah bersamanya."
Iyasy pun pergi bersama Abu Jahal dan Harits, hingga sampai di suatu tempat, Abu Jahal berkata, "Saudaraku, untaku ini kasar sekali, bolehkah aku menumpang untamu itu?"
"Baiklah," Jawab Iyasy
Iyasy turun dan unta itu pun berlutut. Ketika Iyasy turun, mereka pun menahan dan mengikat Iyasy. Kemudian, dibawa ke Mekah. Akhirnya, Iyasy termakan fitnah.
Apakah tipu daya ini hanya berlaku di era Rasulullah saw? Akan terus mengepung hingga akhir hayat dan akhir zaman. Tipu dayanya berbentuk beragam cara.
Sumber:
Abdul Hamid Jasmin Al-Bilaly, Rambu-Rambu Tarbiyah, Era Intermedia
0 komentar: