Perjuangan Muslimin dalam Memuliakan Maryam
Oleh: Nasrulloh Baksolahar
Semuanya dimuliakan dalam Islam. Termasuk yang dimuliakan oleh pemeluk Yahudi dan Nasrani. Salah satunya, Maryam. Kemuliaan Maryam dijelaskan sebagai berikut,
(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh perempuan di semesta alam (pada masa itu).
(Āli ‘Imrān [3]:42)
Pembelaan terhadap Maryam ini terjadi di Madinah, saat Nabi Muhammad saw menerima kedatangan para pendeta Nasrani dari Najran selama 3 hari.
Sebelumnya, saat Muslimin berhijrah ke Habasyah. Amr bin Ash, yang saat itu belum memeluk Islam, hendak mengadudomba antara Muslimin dengan raja Najasyi, yang beragama Nasrani. Caranya, dengan membenturkan sosok Nabi Isa dan Maryam menurut Nasrani dengan yang dipahami Muslimin.
Amr bin Ash, yang saat itu menjadi duta Quraisy, berujar, “Mereka berselisih dengan Anda dalam masalah Isa bin Maryam.”
Raja Najasyi bertanya, “Apa yang kalian katakan tentang Isa bin Maryam, dan juga tentang ibunya?”
Ja'far menjawab dengan membacakan surat Maryam yang diturunkan di Mekah, ”Kami mengatakan sebagaimana Allah berfirman, 'Isa adalah manusia (yang diciptakan oleh Allah dengan) kalimat dan ruh dari Allah yang disampaikan kepada Maryam, seorang gadis perawan yang tidak pernah dijamah manusia'.”
Mendengar jawaban ini, Raja Najasyi mengangkat sebatang kayu dari atas tanah, lalu ia berseru: "Wahai, orang-orang Habasyah! Wahai, para pendeta!"
"Demi Allah! Mereka tidak menambahkan kata apapun pada keyakinan kita tentang Isa. Kami mengucapkan selamat kepada kalian dan kepada orang yang mengutus kalian."
"Aku menyimpulkan, bahwa dia adalah Rasulullah. Dialah orang yang kami temukan di dalam kitab Injil. Dialah rasul yang dikabarkan oleh Isa bin Maryam.
Tinggallah kalian di manapun yang kalian inginkan!"
"Demi Allah, kalau bukan kekuasaan yang ada aku, maka sungguh aku datangi dia, sehingga aku menjadi orang yang membawakan sandalnya.”
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azharnya juga mengabadikan seorang pendeta besar Katolik di New York Amerika, Uskup Besar Shean, yang mengakui dengan kerendahan hati akan kebesaran Al-Qur'an tentang pembelaan atas diri Maryam yang suci tersebut.
Sang Uskup tersebut dikenal karena khotbahnya, terutama di televisi dan radio. Yang memiliki motto hidup, "Berilah aku kesempatan untuk datang [kepada-Mu] melalui ibu [Maria]"
0 komentar: