Pembebasan Palestina dari Rakyat Suriah
Oleh: Nasrulloh Baksolahar
Di pantai Suriah, 4 April 2025, ratusan orang berkumpul di pusat kota Tartus sebagai ungkapan solidaritas dengan para syuhada Daraa dan untuk menegaskan persatuan rakyat Suriah.
Para peserta demonstrasi mengibarkan bendera Suriah dan spanduk yang menentang agresi “Israel,” seperti “Entitas yang zalim (Israel): Mungkin kami tidak memiliki infrastruktur, tetapi kami memiliki kemauan,” dan “Wahai Daraa, kami bersamumu sampai mati.”
Apa perbedaan demonstrasi rakyat di Suriah dengan di Lebanon, Yordania, dan Mesir? Di Mesir, demonstrasi pro Palestina ditangkap dan dipenjara oleh penguasanya. Di Lebanon, pemerintahnya sangat lemah karena dipegang oleh ragam ideologi yang bersebrangan.
Di Yordania, penguasanya "kepanjangan tangan" dari Amerika yang terbukti siap untuk menampung petinggi perlawanan Gaza agar menghentikan perlawanan. Di Yaman, terlalu jauh untuk menuju Palestina.
Berbeda dengan Suriah, rakyatnya telah memiliki mental yang kuat bila menghadapi agresi penjajah Zionis Israel. Puluhan tahun telah ditempa saat menghadapi genosida yang dilakukan oleh rezim Assad.
Perlawanan Suriah telah tumbuh seperti jamur di musim hujan. Mereka terbiasa bertempur dengan infrastruktur yang sederhana melawan rezim yang didukung Rusia dan Iran. Disamping itu pula, jalur masuknya mujahidin dari seluruh dunia, bisa masuk melalui Suriah.
Selama Turki di bawah Erdogan, aliran logistik dan infrastruktur bukanlah masalah. Jadi, seluruh kekuatan untuk memenangkan pertempuran bisa didatangkan dari Suriah.
Bahkan sudah muncul khatib Jumat yang menyerukan jihad melawan penjajah Zionis Israel dengan membawa senjata tempur di atas mimbarnya. Demonstrasi pro Palestina oleh rakyat Suriah lebih ditakuti dibandingkan demonstrasi di negara Arab lainnya.
0 komentar: