Khaibar, Luka Mendalam Zionis Israel
Kekalahan Yahudi di perang Khaibar menimbulkan luka yang amat mendalam di kalangan Yahudi.
Di era Rasulullah saw, Zainab binti Haris, wanita Yahudi, menyimpan dendam kepada Rasulullah saw. Ia berencana hendak membunuh Nabi saw.
Zainab memulai operasinya dengan menemui Shafiyah, bibi Rasulullah saw. Ia rayu dengan segenap tipu daya hingga merasa yakin.
Setelah itu, wanita Yahudi tersebut bermaksud memberikan hadiah kambing bakar yang telah dilumuri racun di bagian lengannya, bagian yang paling disukai Rasulullah saw.
Shafiyah pun menyuguhkan kambing tersebut. Seorang Sahabat ada yang mati saat makan daging tersebut. Namun, Rasulullah saw selamat karena memuntahkan daging tersebut. Apakah ini hanya terjadi di era Rasulullah saw?
Dendam ini terus ada dan terjaga, hingga di 1967, ketika Zionis Yahudi memasuki Baitul Maqdis. Para tentaranya berkumpul di sekitar dinding ratapan bersama Mose Dayan (sang komandan Yahudi), mereka mengkumandangkan yel-yel,
'Hari ini balasan atas hari Khaibar
Wahai sisa-sisa kepedihan Khaibar
Agama Muhammad telah berlalu pergi
Muhammad mati di belakang gadis-gadis"
Permusuhan Yahudi terhadap orang Arab bukan karena kearaban mereka, tetapi karena agama mereka adalah Islam.
Menachem Begin, mantan PM Zionis Israel, berteriak kepada orang-orang Yahudi, "Kalian semua wahai orang Israel, jangan ada belas kasih sayang hingga kalian habiskan musuh-musuh kalian."
"Tidak ada basa-basi bela sungkawa hingga kita tuntas membumihanguskan apa yang dinamakan Islam, dan kita bangun di atas puing-puing peradabannya, peradaban kita."
Ben Gorion, mantan Perdana Menteri Zionis Israel, berkata, "Sesungguhnya yang paling menakutkan kami adalah jika muncul di dunia Arab, Muhammad baru."
Sumber:
Abdul Hamid Jasmin Al-Bilaly, Rambu-Rambu Tarbiyah, Era Intermedia
0 komentar: