Kekhusyuan Doa Istrinya Imran
Doa yang khusyu dari istri Imran, bertujuan agar Allah swt menerima nazarnya yang berupa buah hatinya. Hal itu menggambarkan penyerahan yang tulus kepada Allah swt, menghadap kepada-Nya secara total, merdeka dan bebas dari semua ikatan, kecuali menginginkan diterima-Nya dan diridai-Nya.
(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(Āli ‘Imrān [3]:35)
Akan tetapi, ia melahirkan anak perempuan, bukan laki-laki,
Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.”
(Āli ‘Imrān [3]:36)
Sungguh dia menantikan anak laki-laki. Pasalnya, nazar yang sudah dikenal untuk mengabdi di Baitul Maqdis adalah laki-laki, untuk melayani dan memutuskan diri untuk beribadah. Namun, yang lahir justru perempuan.
Doa yang terucap dari istrinya Imran, menggambarkan munajat yang dekat, munajat seseorang yang merasa bahwa dia sedang bersendirian dengan Tuhannya.
Dia bicarakan kepada-Nya apa yang ada di dalam hatinya dan apa yang ada dihadapannya. Dipersembahkannya kepada-Nya apa yang dimilikinya dengan dilakukannya secara langsung dan lemah lembut.
Begitulah keadaan hamba-hamba pilihan itu terhadap Tuhannya. Begitulah keadaan cinta, kedekatan, hubungan langsung, dan munajatnya dengan kata-katanya yang datar, tidak rumit, dan tidak ruwet. Munajat orang yang dengan baik dan sopan berbicara kepada Yang Maha Dekat, Maha Penyayang, Maha Mendengar, lagi Maha Mengabulkan.
0 komentar: