Kekhawatiran Heraklius
Suatu saat Heraklius mengirim utusan ke Abu Sofyan. Saat itu Abu Sofyan bersama rombongan saudagar Quraisy sedang berada di Syam. Bersama dengan itu, Rasulullah saw tengah gencarnya menawarkan dakwahnya ke Abu Sofyan dan orang-orang kafir Quraisy.
Utusan Heraklius bertemu dengan Abu Sofyan di Iliya dan bertanya tentang Rasulullah saw, tentang nasabnya dalam keluarga Quraisy, sikapnya terhadap raja, pengikutnya, kejujurannya, peperangan yang dilaluinya, dan yang diajarkan kepada pengikutnya. Abu Sofyan memberikan jawaban yang sebenarnya tentang Rasulullah saw.
Ketika jawaban tersebut sampai ke Heraklius, da berkata, "Kalau benar apa yang kamu katakan itu, niscaya ia akan menguasai tempat hingga yang terinjak oleh kakiku ini."
Heraklius berkata demikian ketika ia menjadi raja Romawi yang merupakan salah satu penguasa super power saat itu. Padahal masalah ini tidak terbesit sedikitpun dalam benak Rasulullah saw.
Demikian juga ketika berkecamuk perang Khandaq, seluruh suku bangsa Arab bersatu dan menjalin hubungan rahasia dengan Yahudi untuk menghabisi muslimin.
Bagaimana dengan ketakutan Heraklius di era sekarang? Perhatikan Gaza yang dibumihanguskan. Perhatikan Turki yang dibawah Erdogan selalu diguncang hingga dikudeta.
Perhatikan presiden Mursi yang dikudeta oleh Asisi atas dukungan Amerika, penjajah Zionis Israel dan sejumlah negara Arab.
Moro Beeger penulis buku Dunia Arab Kontemporer berkata, "Sesungguhnya ketakutan dan perhatian kita pada bangsa Arab dan bangsa Arab, bukan karena melimpahnya minyak, tetapi disebabkan oleh Islam. Maka, wajiblah memerangi Islam untuk mencerai-beraikannya hingga tak ada lagi persatuan Arab. Karena, kekuatan Arab selamanya identik dengan kekuatan Islam. Demikian pada izzah dan kemajuannya."
Sumber:
Abdul Hamid Jasmin Al-Bilaly, Rambu-Rambu Tarbiyah, Era Intermedia
0 komentar: