Bila Amerika Tak Bisa, Apalagi Penjajah Zionis Israel?
Oleh: Nasrulloh Baksolahar
Penjajah Zionis Israel terus membumihanguskan Gaza dan Suriah. Sekali-kali menyerang Lebanon dan Yaman. Apakah yang bisa dilakukan dari serangan udara?
Saat ini memang hanya Penjajah Zionis Israel yang memiliki infrastruktur militer udara terkuat. Negara lain, bila tak diizinkan oleh Amerika, pesawatnya hanya jadi besi rongsokan saja.
Serangan udara hanya bisa menghancurkan infrastruktur fisik dan menewaskan banyak orang. Apakah ini kemenangan besar? Bila tetap teguh, sabar dan bertawakal, maka serangan udara tak ada artinya.
Serangan udara yang membabibuta ke sejumlah negara, hanya akan terus meneguhkan bahwa penjajah Zionis Israel memang negara yang tidak layak untuk hadir di muka bumi. Penjajah Zionis Israel menjadi musuh bersama dunia. Menjadi dikucilkan dunia. Hingga batu pun memusuhinya.
Bila kelak kesadaran ini mendunia. Bila kelak, seluruh rakyat di negara-negara yang diserang bergerak melawan bersama. Apa yang bisa dilakukan oleh penjajah Zionis Israel? Apakah masih bisa menggantungkan pada Amerika, Inggris, Jerman dan sekutunya?
Bukankah Amerika, Inggris dan Jerman bukan masa depan lagi, sedang menuju kehancuran? Bukankah menghadapi perang Ukraina pun tak bisa menghasilkan kemenangan? Bukankah Amerika setelah perang dunia ke-2 tidak pernah memenangkan pertempuran lagi?
Amerika yang maksimal mengerahkan serangan udara dan darat saja hanya bisa menghancurkan Vietnam, Irak dan Afghanistan. Namun, tak pernah bisa menguasainya. Bagaimana dengan penjajah Zionis Israel?
Bila Amerika saja tak bisa, yang memiliki rakyat ratusan juta. Yang memproduksi infrastruktur senjatanya sendiri. Apa lagi penjajah Zionis Israel yang hanya memiliki rakyat jutaan orang saja? Yang persenjataannya masih mengandalkan negara lain. Yang mental perangnya belum pernah teruji.
Penjajah Zionis Israel terus terkepung oleh ilusi kehebatan infrastruktur militernya. Terkepung oleh khayalan bangsa pilihan. Termakan hoaks bahwa Palestina itu tanahnya. Ternyata takdirnya hanya menjadi dikumpulkan untuk terperosok fi lubang kehancuran.
0 komentar: