Buya Hamka: Tujuan Penegakan Hukum
Buku : Akhlaqul Karimah, Pesan Ali bin Abi Thalib
Untuk mengurangi perasaan marah hendaklah engkau insaf bahwasanya tidak ada mahkluk yang tak punya kesalahan. Adanya kesalahan tanda dia manusia.
Boleh jadi ada sebab yang menjadikan dia berbuat seperti itu, boleh jadi musuh-musuhmu yang menghasutnya. Kalau engkau perturutkan saja hawa nafsu terhadap teman yang telah berbuat salah, tentu musuh-musuhmu akan gembira.
Jikalau engkau ikut orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya saja, engkau pun akan celaka, dan jika engkau lawan maka engkau akan selamat.
Barangkali terasa di hatimu bahwa hukum akan engkau jatuhkan kepada seseorang itu ialah untuk memenjarakannya dari dosa dan memperbaiki perangainya. Jika memang demikian pendapatmu, cobalah berbincang kembali dengan hatimu, periksa perasaan dan jiwamu, periksa rahasia di dalamnya, jangan hanya melihat lahirnya saja, yaitu apakah tujuan menghukum seseorang apakah untuk kebaikan orang itu atau untuk membalas dendam.
Jika maksudmu melepaskan dendam, ketahuilah bahwa dendam tidak akan pernah habis, dia bisa di wariskan pada anak cucu. Jika maksud menjatuhkan hukum untuk memperbaiki diri orang lain atau untuk mencari nama yang baik, serta menghilangkan dosa, dengan sikap itu engkau sudah terlalu sekali mengancam nya.
Memberi pengajaran dengan keras dan sakit belum tentu akan membawa manfaat yang engkau kehendaki. Jangan dipergunakan pedang kepada orang yang cukup dipenjarakan dan jangan dipenjarakan orang yang masih bisa diperingatkan. Yang lebih dahulu harus diselidiki ialah perangai orang yang bersalah, bukan besar kecil kesalahannya.
Jika engkau berlebih-lebihan menjatuhkan hukuman kepada orang, akibatnya atas budi pekertimu lebih besar daripada akibat yang menimpa diri orang yang engkau hukum. Kadang-kadang hukuman itu tidak setimpal dengan kesalahannya. Oleh sebab itu, kendalikan dirimu seketika menjatuhkan hukuman.
Hati-hatilah jangan sampai pedang atau cemeti memukul orang yang tidak bersalah dan jangan pula terlepas hendaknya dari pedang dan cemeti itu orang yang memang tidak akan baik lagi perilakunya jika tidak dengan itu."
0 komentar: